Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Trump Ancam Tarif Baru ke Meksiko Gara-gara Sengketa Air
Tuesday, 9 December 2025 07:15 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan 5% pada impor dari Meksiko jika negara tersebut tidak segera melepas pasokan air yang menurut pemerintah AS seharusnya dialirkan berdasarkan perjanjian tahun 1944. Dalam unggahan di media sosial, Trump menegaskan ia sudah menandatangani dokumen untuk menerapkan tarif tersebut jika Meksiko tidak bergerak cepat. Menurutnya, makin lama air itu tertahan di Meksiko, makin besar kerugian yang dialami para petani di Amerika Serikat, khususnya di wilayah perbatasan.

Pemerintah AS menyebut Meksiko masih kekurangan sekitar 865.000 acre-feet dari kewajiban pasokan air dalam perjanjian. AS membutuhkan sekitar 200.000 acre-feet air dikirim sebelum 31 Desember, dan sisanya diminta segera setelah itu. Perselisihan ini memicu ketegangan baru karena pasokan air sangat penting bagi petani di Texas Selatan. Sebelumnya, pejabat dari kedua negara sudah bertemu untuk membahas cara mengurangi kekurangan pasokan dan memastikan Meksiko tetap patuh terhadap perjanjian.

Trump mengatakan kondisi ini "sangat tidak adil" bagi petani AS yang merasa berhak atas air tersebut. Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam setelah pemerintahannya mengumumkan paket bantuan senilai $12 miliar untuk membantu petani yang terdampak perang tarifnya sendiri. Tekanan terhadap Meksiko soal air ini menambah daftar panjang konflik dagang dan kebijakan tarif yang sudah lebih dulu menekan sektor pertanian Amerika.

Selain isu air, Trump juga sudah lebih dulu mengenakan tarif pada sebagian impor dari Meksiko yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang USMCA, dengan alasan untuk menekan Meksiko agar lebih keras menindak perdagangan fentanil. Di sisi lain, pemerintah Meksiko berusaha mencari jalan keluar, termasuk lewat pertemuan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dengan Trump pada sebuah acara undian Piala Dunia di Washington, untuk membahas cara menurunkan tarif dan meredakan ketegangan dagang kedua negara. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS